Kamis, 12 Juni 2008

Kamis, 01 Mei 2008

MARMER TULUNGAGUNG


Dihargai Rp 20 Juta, Siap Pasang Sejak 17 Tahun Lalu
Lantai marmer dan kijing (batu nisan) di kompleks makam Astana Giribangun, Karanganyar, Jateng, didatangkan langsung dari Tulungagung. Inilah kesaksian Munari, perajin kijing yang dipercaya keluarga Cendana.

HAKAM SHOLAHUDDIN, Tulungagung

Prosesi pemakaman Soeharto di Astana Giribangun kemarin (28/1) hanya bisa dilihat Munari lewat layar televisi di rumahnya, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. Salah satu yang menjadi perhatian dia adalah lantai marmer di kompleks makam keluarga mantan orang kuat Orde Baru itu.

Maklum, dialah yang dulu mengerjakan pemasangan marmer di sana. “Keramik (marmer) itu memang dari sini (Tulungagung). Yang mengerjakan bukan hanya saya. Tapi, saya dipasrahi penuh,” jelas Munari kemarin.

Dia adalah perajin marmer yang selama ini menjadi langganan keluarga Cendana. Saking lekatnya kenangan lelaki berusia 68 itu dengan Astana Giribangun, dia sebetulnya sudah merencanakan berangkat ke Giribangun untuk menyaksikan pemakaman Pak Harto. Tapi, karena banyak pekerjaan yang belum rampung, rencana itu pun dibatalkan. “Terpaksa nonton TV saja,” ujar bapak empat anak tersebut kepada Radar Tulungagung (Grup Jawa Pos).

Selama wawancara, sesekali dia melihat sejumlah karyawannya bekerja di belakang rumah.

Menurut Munari, dirinya terlibat pembangunan makam keluarga di bukit yang dekat makam Mangkunegaran itu sejak 1971. Dia diberangkatkan perusahaannya, PT Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT), untuk memasang keramik dan membuat kijing. “Saat itu, saya bersama 12 teman lain dari IMIT,” ungkapnya.

PT IMIT yang diresmikan sejak 1961, kata Munari, adalah milik Sandi Moerdani, kakak almarhum mantan Panglima ABRI Jenderal L.B. Moerdani. Sekarang, kepemilikan IMIT sudah beralih tangan. “Sudah dilelang dan sekarang milik patungan orang Korea dengan Indonesia,” jelasnya.

Dia mengaku, untuk membangun Giribangun, perusahaan sengaja memilih marmer berkualitas tinggi. Hal tersebut tak lain karena pemesannya, Soeharto, saat itu adalah orang nomor satu di negeri ini. “Hubungan Pak Sandi (Sandi Moerdani, direktur IMIT) dengan Pak Harto sudah seperti keluarga,” katanya.

Selama pembangunan makam itu, Munari harus bolak-balik Karanganyar-Solo. Nah, selama tinggal di Solo, Munari tidak boleh kos di luar. Dia harus menginap di Dalem Kalitan Solo supaya bisa berkonsentrasi menggarap makam.

“Pak Sriyanto (kepala rumah tangga Dalem Kalitan) tidak memperbolehkan saya kos di luar. Saya bersama teman-temannya tidak dianggap seperti buruh, tapi sudah seperti keluarga sendiri,” ujar pria yang mengenyam pendidikan SGB (Sekolah Guru Bantu) itu.

Menurut Munari, bukan hal yang terlalu membanggakan bisa menggarap makam keluarga penguasa negeri waktu itu. “Saat itu kan wajar-wajar saja karena saya memang bisa memasang keramik dan ompak (batu di bawah tiang),” ungkapnya.

Selama mengerjakan makam tersebut, kadang Soeharto berkunjung melihat penggarapan. Setiap kunjungan waktu itu, Soeharto tidak lupa selalu menyapa para pekerja. “Orangnya memang baik dan ramah. Kami disapa dan dipuji. Katanya, pekerjaannya bagus,” ujarnya.

Dari perlakuan itulah Munari terkesan pada Soeharto dan keluarganya. Bahkan, dia merasa punya utang budi yang harus dibalas.

Munari yang kini menjadi ketua Ranting PDIP Desa Gamping, Campurdarat, Tulungagung, tersebut tidak hanya memasang marmer, tapi juga membuat kijing makam. Yang pertama dibuat adalah kijing Siti Hartini Oudang (kakak Ibu Tien Soeharto), lantas kijing untuk Soemoharjono dan Fatmawati Soemoharjono (ayah dan ibunda Ibu Tien Soeharto).

Pembuatan setiap kijing memakan waktu sekitar 1,5 bulan. Kijing itu berasal dari marmer jenis putih yang berkualitas sangat bagus. Berbeda dari lantai Astana Giribangun yang digarap di lokasi, pembangunan kijing tersebut dilakukan di lokasi pabrik PT IMIT di Desa Besole, Besuki.

Nah, usai kijing dikerjakan, keluarga Soeharto merasa sangat puas. Bahkan, kata Munari, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut, putri sulung Soeharto) berpesan kepada keluarganya, kalau ingin membuat kijing, jangan ke mana-mana, tapi ke Munari saja.

Dari situlah, menurut Munari, biasanya Sriyanto menghubungi dirinya jika keluarga Cendana memerlukan kijing. “Beberapa waktu lalu, ada keluarga Ibu Tien yang meninggal. Juga Pak Sriyanto itu yang menghubungi saya,” ungkapnya.

Bagaimana dengan kijing Ibu Tien dan Soeharto? Menurut Munari, pembuatan kijing mereka berdua tidak dilakukan dirinya dalam kapasitas sebagai karyawan PT IMIT. Sebab, sejak 1983, dia sudah keluar dari perusahaan tersebut. “Waktu itu saya garap sekitar 1991,” jelasnya.

Dia menuturkan, kijing tersebut dibuat dua sekaligus. Yakni, rencana untuk Fatimah Hartinah Soeharto (Ibu Tien) dan Soeharto. Itu berarti kijing tersebut dibuat lima tahun sebelum Ibu Tien meninggal dan 17 tahun sebelum Pak Harto mangkat, 27 Januari 2008.

“Jadi, kalau sekarang, mungkin tinggal menuliskan nama Pak Harto saja. Nggak tahu kalau saya akan ditimbali (dipanggil) lagi untuk menuliskan di batu nisan tersebut,” katanya.

Berapa harga kedua kijing tersebut? Munari tidak segan-segan menyebutkan angkanya. “Waktu itu harganya Rp 20 juta per kijing. Nggak tahu kalau sekarang,” ujarnya.

Pemilik UD Kurnia Sari Bumi itu menuturkan, untuk setiap kijing dia membutuhkan bahan baku batu berukuran 250 x 80 x 80 sentimeter. Batu tersebut kemudian dibentuk sesuai desain yang diinginkan pemesan. Kata dia, seluruh desain kijing keluarga penguasa Orde Baru itu dari si pemesan. Dia tinggal mengerjakan dan memilih bahan baku yang kualitasnya sangat bagus.

Marmer yang bagus, lanjut Munari, selain berwarna putih, harus memiliki urat batu seperti berbentuk kembang. “Kalau urat air, itu kualitas kurang bagus,” kata pria yang menjadi perajin sejak usia remaja.

Setelah dibuat, kata dia, desain batu nisan itu tidak lantas disimpan. Dia serahkan lagi desain itu kepada keluarga Cendana atau Yayasan Mangadeg, pengelola k makam Astana Giribangun. Itu dilakukan agar bentuk kijing tidak ditiru orang lain. “Kalau tetap dipegang perajin, takutnya dicontoh. Maka, ketika selesai saya garap, saya kembalikan lagi,” jelasnya.

Bagaimana pengiriman kijing ke Astana Giribangun? Munari tidak perlu repot-repot mencarter kendaraan pengangkut. Presiden yang berkuasa 32 tahun itu mengirim truk pengangkut sendiri. Saat itu, kata dia, datang truk bersama empat orang berambut cepak. “Ya, mungkin dari angkatan,” ujar pria yang juga pernah memasang keramik di Istana Bogor itu.

Kini kondisi UD Kurnia Sari Bumi kembang kempis. Bahkan, ruang pamer yang berada persis di depan rumah itu tidak lagi memajang satu barang pun. Kosong melompong. Dia mengakui usahanya kalah dengan pengusaha-pengusaha lain di Campurdarat dan Besuki yang kini berjumlah seratusan.

Di sana, selain ada PT IMIT, perusahaan keramik terbesar, juga banyak perusahaan lokal yang berjaya. “Kalah dengan pengusaha besar. Mereka bisa ekspor, sedang saya ini hanya bisa menunggu pemesan,” katanya.

Saat ini usaha itu dilanjutkan putra-putranya. Lokasi penggarapan diletakkan di belakang rumah. Namun, perkembangannya juga belum bagus. Dia mempunyai empat pekerja yang statusnya musiman. “Kalau ada yang pesan, pekerja saya panggil. Kalau nggak ada, ya libur,” ujarnya. (el)

Selasa, 29 April 2008

TES UJIAN AKHIR SEKOLAH TIK WEBBLOG


STRATEGI MENGHADAPI UJIAN NASIONAL


Hindari melakukan kecurangan
Jangan sedikitpun berharap untuk mendapatkan bantuan
Jangan berusaha mencari bocoran soal
Karena semua itu akan membuat diri semakin malas belajar
Karena semua itu akan mendatangkan kecemasan

Berikan perhatian penuh untuk semua pelajaran
Jangan anggap remeh pelajaran yang dianggap mudah
Meski ada keyakinan lulus
Karena semua pelajaran akan menjadi pertimbangan kelulusan

Kurangi waktu untuk kegiatan yang tidak penting
Pikirkan hanya lulus, lulus, dan lulus
Hilangkan kecemasan ketidaklulusan
Konsekuensinya adalah belajar lebih tekun

Gunakan hal-hal yang menunjang gairah belajar
Jangan menunggu mood belajar datang
Tapi datangkanlah ia

Selalu ingat… “Saya akan tentukan nasib saya sendiri sekarang”
Mintalah kemudahan hanya pada-Nya, Yang Maha Pemberi

Semoga harapan akan kelulusan tercapai…

Jumat, 04 April 2008

HARI GINI PATAH HATI ^.^




PATAH HATI ?


Siapa aja pasti pernah mengalaminya, apalagi patah hati sama pacar pertama yang begitu kita sayangi. Duh enggak enak bo' ! Tapi ada kiatnya nih buat nyiasatin.

Rasanya dunia gelap, males ngapa-ngapain. Hari- hari kamu terasa ada yang hilang. Mungkin ini yang dialamin mereka yang sedang patah hati. Wajar banget, setiap kali dalam kehidupan kamu selalu bareng doi. Tiba-tiba kosong tanpa ada lagi yang bisa diajak ngobrol.

Bisa dipahami buat yang lagi patah hati, kadang sulit mengembalikan keadaan. Tapi perlu disadari, kita jangan terlalu larut terbawa emosi. Segeralah bangkit, masih banyak kesempatan kok. Berikut tips nyiasatin patah hati :

Berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu. Manjakan diri kamu untuk melakukan kegiatan yang kamu senangi. Jangan ragu untuk berbuat egois bagi diri sendiri dan jangan perdulikan komentar orang lain tentang kamu.

Merenung. Nikmatin aja semua kondisi kehilangan dan kesendirian itu. Berlama-lamalah bicara dengan diri sendiri sambil introspeksi. Ini minimal bisa jadi cara ampuh sebagai penyembuh sakit hati kamu.

Pergi dengan temen-temen lama yang bisa bikin kamu tersenyum. Bahkan tertawa lebar. Usahakan nikmatin jalan-jalan ini sepuas hati kamu. Kalo perlu ke pantai atau puncak yang cukup jauh dari situasi keseharian kamu.

Berbicara dengan temen yang kamu percayai. Judulnya curhat, setiap orang pasti butuh curhat. Nah jangan segan-segan untuk curhat. Mungkin lewat curhat akan membantu rasa sakit kamu.

Jangan mencari pelarian. Orang yang baru putus cinta, cenderung labil dan pengen cari pelarian ke orang lain. Ini salah besar ! Karena pelarian bukan suatu penyelesaian tapi justru bikin masalah baru.

Pahami kalo putus cinta itu wajar. Jadi jangan terlalu dipikirkan atau tenggelam dalam kedukaan. Kita yakin bisa keluar dari masalah ini. Sedih, kecewa itu wajar. Cuma jangan terlalu lama.

So, menurut kamu lagi patah hati itu rasanya gimana sih ?





10 LANGKAH BERTAHAN PAS PATAH HATI

Kata om Meggi Z, patah hati tuh lebih sakit daripada sakit gigi (aduh, jadul banget seeh!). Tapi yang bener: patah hati tuh lebih sakit daripada nggak patah hati! (He…he…he…, ya iya lah!) Makanya biar nggak sakit-sakit amat, kita mesti bertahan dan ngelupain dia. Caranya?

1. Simpan kenangan2 indahmu
Simpan semua benda yang pernah dia kasih atau punya memori indah waktu masih berdua! Dikarungin, trus taruh di tempat yang selama ini paling “haram” kita jamah. Biar hati kita nggak tergerak buat liat-liat tuh barang-barang lagi! Kalo perlu, dihibahin ke orang aja.

2. Jangan teringat masa lalu
Buat sementara waktu jangan dulu deh pergi ke tempat-tempat pacaran favorit kita berdua waktu masih akur dulu. Lha, kalo barang-barang udah dijauhin, tapi kita tetap main-main ke tempat ini, jadi bernostalgila lagi dong?


3.Lakuin hal-hal yang selama ini dia larang kita lakuin
Misalnya, kalo selama ini kita terpaksa selalu motong pendek rambut karena dia nggak suka cowok gondrong, sekarang panjangin aja. Mau tuh rambut kutuan kek, ketombean kek, sebodo amat!

4.Lakuin hal-hal seru yang paling bisa bikin kita girang
Chatting, main PS, atau main bola sama anak-anak kampung? Terserah! Yang penting ekita happy.

5. Tambah frekuensi nongkrong bareng temen-temen!
biasanya temen tuh lebih tulus daripada pacar. Dan biasanya lagi, temen juga lebih banyak nyenenginnya daripada nyusahinnya. Makanya di saat-saat kritis kayak gini asiknya makin deket sama temen-temen.

6. Jangan menyendiri!
Ngapain sih berkurung di kamar atau pergi sorangan ke gunung dan pantai? Udah kayak anak ilang aja! Hari gini ngilangin patah hati kok pake cara remaja tahun 70-an! Sekarang udah 2004 gitu lho. Pergi dong ke mal, ke cafe, tempat bilyar, atau warung gaul.

7. Jangan curhat sama temen
Emang bener katanya nyeritain unek-unek ke sobat tuh bisa ngurangin beban. Tapi coba deh kita bayangin, kalo kita curhat abis-abisan dengan seluruh perasaan, bukannya malah bisa kebawa emosi ya? Jadi makin susah lupa deh sama dia. So, kalo mulut tetap gatel pengen curhat, seadanya aja ya.

8. Bikin sibuk diri
Man, bayangan mantan tuh paling sering nongol kalo kita lagi bengong. Makanya biar nggak bengong ekita mesti banyak bergerak. Ngebengkel bisa. Lari-lari keliling kompleks sambil ngecengin tetangga boleh. Atau kalo mau yang pake pahala, jadi asisten pribadi nyokap aja. He…he…he….

9. Nulis! Basi ya?
Tapi efeknya lumayan dahsyat lho! Waktu kita nulis cerita, puisi, atau nulis lirik lagu, biasanya perasaan nggak enak yang ngeganjel ikutan keluar tuh. Lha, kalo nggak bisa ngarang, bikin puisi, dan bikin lagu? Ya asal nulis aja, nulis apa lah! (Deeu…maksa sih!)

10. Terakhir
sering-sering jalan ke sarang cewek-cewek! He…he…he…. Dandan dengan style paling oke menurut kita, trus pasang sikap cool (es batu kali, ah!). Yah, siapa tau aja ada yang nyantol. Kalo nggak, lumayan kan buat cuci mata dan bikin seger badan doang sih!



CINTA SEGITIGA





CINTA SEGITIGA

Apa pula cinta segitiga ini? Apakah bentuknya
segitiga? Cinta yang sejati akan tersayat dan koyak
bila muncul orang ke tiga. Sering kali orang ke tiga
ini muncul tanpa dapat dideteksi. Kita tidak tahu
siapa menerima orang yang ke tiga itu. Mungkin dia
adalah teman SMAnya? Mungkin juga tetangganya? Atau
mungkin mantan pacarnya? Mungkin juga orang tua kita,
nah kalau dia adalah orang tua kita, kategorinya hanya
sebatas orang ke tiga, nggak ada embel-embel cintanya.

Orang yang berpacaran memang sering menghadapi
berbagai godaan dan tantangan, baik dari luar maupun
dalam. Kadang kita tidak menduga tantangan dan godaan
itu berbentuk apa. Bisa juga dari pihak orang tua yang
tidak menyetujui terjadi hubungan ini. Tidak diketahui
sebab musababnya, namun kebanyakan karena masalah
ekonomi. Perbedaan tingkat ekonomi yang cukup menyolok
juga membuat orang tua menjadi penghalang. Terutama
tuntutannya ditujukan kepada pihak cowok. Yang cowok
itu harus lebih kaya, atau paling sedikit
pendidikannya lebih tinggi.

Beberapa waktu yang lalu ada seorang cowok berkata
pada saya, dalam hal berpacaran selalu terjadi
ketidakadilan, lalu saya bertanya mengapa anda berkata
demikian? Lalu ia berkata, yang cewek selalu memilih
cowok yang "siap pakai" istilahnya disebut demikian.
Maksudnya si cowok harus punya gelar, sudah bekerja,
kaya, punya mobil pribadi, bila perlu punya rumah
pribadi dan sebagainya. Lalu saya katakan bukankah,
seorang cowok juga boleh menuntut demikian?
Pembicaraan ini berhenti, karena pulsa telepon habis
dan tidak dilanjutkan lagi. Kemudian dari email yang
saya terima saya baru mengerti rupanya yang dimaksud
dengan "siap pakai" ini rupanya tuntutan dari
kebanyakan orang tua terhadap para cowok putrinya.
Kadang masalah cinta itu diabaikan, jadi orang tua
kadang menjadi orang ke tiga yang menghalang-halangi
cinta sang anak.

Sekarang kalau cinta segitiga lain lagi, muncul orang
lain yang juga mencintai sang cewek atau cowok itu.
Saya heran, ada orang merasa bangga kalau banyak orang
cinta padanya, itu sebabnya walaupun ia sudah memiliki
pacar, masih saja memberikan peluang dan pengharapan
bagi orang lain. Kadang yang terjadi pengharapan itu
begitu kelewatan, jadi seakan-akan orang tersebut
memiliki dua pacar tau lebih. Pacarnya yang pertama
tidak rela dilepaskan, namun ia juga tidak rela
menolak pacar yang kedua, nah akhirnya muncul cinta
segitiga. Sangat menyakitkan sekali, kalau ternyata
masalah ini terbongkar, sang korban akan menyebutnya
pengkhianat cinta.

Ketiga saya bertanya pada seorang cewek, bagaimana
hubungan dia dengan kekasihnya? Dengan lemah gemulai
ia menjawab, jangan disebut-sebutkan lagi! Lalu saya
bertanya kenapa demikian? Bukankah kalian sudah lama
berpacaran, bahkan saya pernah dengar kalian sudah
bertunangan? Lalu ia pun mulai bercerita panjang
lebar, "setahun yang lalu pacarku mendapat tugas baru
di Jakarta, perusahaan mengangkatnya menjadi Kepala
Cabang di sana. Dengan berat hati kamipun berpisah,
saya di Surabaya dan dia di Jakarta. Namun karena
kesibukan masing-masing, kami jarang komunikasi,
paling seminggu sekali setiap malam minggu via
telepon, hari-hari biasa kadang via sms. Pada mulanya
komunikasi ini masih lancar, namun sesudah tiga bulan
saya merasa ada sesuatu perubahan, sering tidak
menjawab telepon dan membalas sms saya. Itu sebabnya
diam-diam saya ambil cuti seminggu dan menyusul ke
Jakarta. Sengaja saya tidak memberitahukannya bahwa
saya akan ke Jakarta, saya berpikir akan membuat
surprise di hari ulang tahunnya. Saya berangkat naik
pesawat pagi, kemudian dengan Taxi Airport Soekarno -
Hatta saya langsung menuju ke kantornya yang kebetulan
memang tidak begitu jauh dengan dengan Airport.

Herannya sudah jam 10. pagi, dia belum masuk kantor,
saya pikir mobilnya mogok, macet atau sakit. Saya
sengaja tidak memperkenalkan diri saya kepada
sekretarisnya, sehingga ia benar-benar tidak tahu saya
datang. Hampir satu jam lebih saya menunggu, namun apa
lacur, tiba-tiba saya melihat dari lantai dua tepatnya
di halaman parkir, kekasihku keluar dari mobil namun
tidak sendiri, ia mengandeng seorang wanita berambut
panjang yang akhirnya saya kenal dia adalah salah
seorang sekretaris di bidang pemasaran. Saya sangat
terpukul sekali waktu itu, namun saya tetap menahan
diri dari emosi seakan -akan tidak pernah melihat
kejadian itu. Maksud hati hendak membuat surprise
buatnya, malah saya yang menerima surprise yang
menyakitkan itu.

Hari itu dia benar-benar kaget dengan kehadiran saya
di kantornya. Setelah berbicara sebenatar, saya minta
sopirnya mengantar saya ke rumah Tante saya di daerah
Pluit. Malam hari itu kami bertengkar hebat, saya
tidak menerima kejadian ini. Sementara dia selalu
membela diri, alasannya ada tugas kantor yang harus
diselesaikan di kantor pemerintah, yang memerlukan
mereka berdua hadir. Namun dipikirnya saya tidak
melihat mereka turun dari mobil lalu bergandengan
tangan.

Keesokan pagi tanpa memberitahukan padanya saya
langsung menuju ke Airport dan kembali ke Surabaya.
Berkali-kali dia telepon saya untuk minta maaf atas
kejadian itu, sementara itu saya sulit sekali
menerimanya. Bagaimana mungkin, sebab mereka satu
kantor, sedangkan saya antara Surabaya dan Jakarta.
Setelah berkali-kali dia mohon maaf, akhirnya saya
coba menerima dia kembali. Namun hal itu tidak
berlangsung lama, sebab baru saja seminggu teman saya
di Jakarta melihat dia bersama wanita itu lagi di
Taman Anggrek.

Saya coba menghubungi Cellulernya, namun ia tidak
mengangkatnya. Kemudian saya coba call dia dengan
Celluler temanku, akhirnya ada yang mengangkatnya, dan
yang berbicara seorang wanita. Pada saat itu juga saya
hampir pingsan, namun puji Tuhan hal itu tidak
terjadi. Saya berusaha tenang setenangnya. Saya coba
tidak marah, dan menahan air mata. Namun saya tidak
sanggup, air mataku tetap saja meleleh. Tiga malam
saya tidak bisa tidur memikirkan kejadian ini,
akhirnya saya masih ingat waktu itu Senin pagi,
kebetulan saya minta ijin sakit tidak masuk kerja.
Saya kumpulkan semua surat, hadiah dan termasuk cincin
yang di tangan saya ini. Kemudian saya bungkus
baik-baik, dan melalui Titipan Kilat, saya kirim ke
Jakarta. Mulai detik itu saya tidak mau menerima
telepon dan beritanya sama sekali. Hingga hari ini
sudah berlangsung delapan bulan, saya tidak tahu lagi
dia di mana dan saya tidak mau tahu lagi.

"Cinta segitiga, cinta yang sanggup menghancurkan
manusia. Memang betul pacaran itu asyik, namun apabila
kita melanggar aturan mainnya, maka akan terjadi
banyak korban. Korban cinta dapat berakibat buruk, ada
yang hampir menjadi gila, bahkan ada yang tanpa
sengaja membunuh saingannya dan ada pula yang bunuh
diri. Hai kawan, kalau saat ini anda sedang
berpacaran, sadarlah, teguhkanlah, berjaga-jagalah;
jangan sampai terpengaruh sifat buruk ini. Jangan
coba memberi angin segar dan harapan pada orang lain,
kalau anda sudah punya pacar supaya tidak mengundang
cobaan dan masalah. Selamat berpacaran, pacaran itu
Asyik , tetapi anda dilarang keras terus-menerus asyik
pacaran, ntar tugas-tugas lain terbelengkalai

Kamis, 27 Maret 2008

KUCING LAGI PACARAN



Kucing (Felis catus) telah menyatu pereadaaban manusia selama ribuan tahun. Kucing pernah dipuja seperti dewa (seperti pada zaman Mesir kuno) dan juga pernah ditakuti karena hubungannya dengan nenek sihir atau hubungannya dengan setan (seperti Salem di Masschussetts selama pengadilan nenek sihir) Sekarang kita dapat melihat apa mereka sebenarnya. Hewan ini sangat responsif, pintar beradaptasi di berbagai lingkungan.

Kucing dapat menjadi sahabat yang baik karena mereka relatif lebih mudah dipelihara dan memberikan kesenangan seumur hidup.

Rabu, 19 Maret 2008

TrIo SuPeRmAmA


MADAM IVAN GUNAWAN


EKO PATRIO



RUBEN ONSU


"JANGAN GILA DONG.... "


Sp sih yg gk knl ama cowok gnteng ini,.....jangan gila dong..........cowok yg akrab dipanggil boncel 2 ini telah sukses di dunia hiburan tanah air......terlebih lagi setelah ia menjadi presenter di supermama selebshow...Nama'y gn kian melejit ....ya kan...dia selalu gk pernah akur dngn yg nama'y madan ivan gunawan.cowok yg selalu tampil dng kostum motif bunga2 ini...oya aku lupa ama cwok satu lg ya...yaitu eko patrio..si boncel 1...heeeee.kalau gk ada si dia kurang seru bngt ...aduh semua dh lengkap to..trio supermama......kita elo aja kali gue enggak........